Kamis, 15 Juli 2010

bahasa cinta

Akhir-akhir ini saya dan cowok saya suka mengalami konflik masalah waktu. Karena kesibukan masalah pekerjaan, pelayanan dan prioritas yang berbeda maka kami berdua pun mulai sering bentrok kecil-kecilan masalah waktu ketemuan. Bukan karena ia tidak sayang lagi sih, walaupun harus diakui hati kecil saya berbicara merasa bahwa saya tidak dipedulikan karena ia tidak pernah mengatur jadwal khusus untuk berkencan dengan saya. Namun disisi lain saya juga tidak bisa menyangkal besarnya rasa sayang yang ia tunjukan lewat sms di hp dan ketika ia berbicara soal perawatan mobilnya yang selalu dikaitkan bahwa pada akhirnya kamu jugakan yang mengunakan dan merasakan kenyamanan mobil tersebut. Maklum biar begini cukup sering juga saya diantarnya pulang ketika selesai pelayanan dikomunitas kami meskipun tak jarang akhirnya saya sering tertidur dimobil dan membiarkan dia yang menyetir sendirian tidak pernah dia komplain atau marah karena hal ini kepada saya. Cuma sebeel kali masa ngak berasa kangen sih sampai dia berinisiatif untuk ngedate ngitu.... arrrgh...

Hingga akhirnya kami mengikuti rekoleksi couple buat persiapan pernikahan ini. Disana dibahas mengenai lima bahasa cinta. Disana kami mulai belajar untuk semakin mengerti satu sama lain. Menyadari bahwa kami berdua adalah mahkluk yang berbeda dengan bahasa cinta utama kami yang berbeda pula. Bagi saya quality time adalah bahasa cinta saya namun bagi dia service adalah bahasa cintanya jadi memberikan pelayanan dan memperlihatkan perbuatan dan sikap. Setelah mengerti hal tersebut kami pun mulai mencari jalan keluar dan menghargai setiap perbedaan kami ini.


5 bahasa cinta tersebut antara lain:

* Kata-kata Penguatan
Perbuatan tidak selalu merupakan ungkapan yang terbaik bagi si dia yang memiliki bahasa cinta ini. Meskipun kamu sangat perhatian sama dia dan berusaha menunjukan dalam setiap tindakanmu. Orang dengan tipe bahasa cinta seperti ini tetap memerlukan ungkapan kata i love u, kamu cantik, aku kangen kamu atau sejenisnya  untuk dapat merasakan bahwa dia benar-benar dicintai.



* Waktu Berkualitas
Orang yang memiliki bahasa cinta ini biasanya sangat mementingkan waktu untuk dapat bersama-sama dengan pasangannya untuk saling berbagi dan memperhatikan. Pada saat ia sedang bercerita biasanya ia menginginkan agar pasangannya dapat hadir sepenuh-penuhnya bagi dirinya. Ini berarti tidak ada televisi yang menyala untuk ditonton, komputer yang sedang menyala dan dimainkan yang dapat membuat perhatian pasanganya teralih dari dirinya.

* Menerima Hadiah
Jangan salah artikan bahasa cinta ini dengan materialistis. Orang yang memiliki bahasa cinta ini lebih menilai upaya yang dikeluarkan oleh si pemberi hadiah dengan menilainya sebagai cinta, perhatian, dan usaha yang dikeluarkan. Jika kamu atau si dia berbicara dengan bahasa  cinta ini, sebuah tindakan kasih atau hadiah menunjukkan bahwa kamu atau si dia merasa dicintai, disayangi, dan dijunjung tinggi di atas pengorbanan orang yang membawakan hadiah tersebut. Tanggal ulang tahun yang terlewatkan, hari jadi, atau hadiah yang tak penuh perhitungan akan menjadi bencana.

* Tindakan Mengurangi Beban

Jangan anggap tindakan-tindakan yang terlihat sepele tidak ada artinya, seperti saat-saat dimana si dia membuatkan bekal untuk kamu, mengantar kamu pulang sampai ke rumah padahal rumahnya sangat jauh dari rumahmu. Bagi seseorang yang sulit untuk mengutarakan rasa cintanya, bantuan yang ia lakukan untuk orang yang ia cintai adalah sebuah upaya menunjukkan. Kemalasan, komitmen yang terkoyak, dan membuat si pembicara bahasa ini merasa bahwa perasaannya sudah tak lagi penting.

* Sentuhan Fisik
Pelukan, tepukan di pundak, genggaman tangan, sentuhan penuh arti di lengan, pundak, atau wajah bisa menunjukkan rasa ketertarikan, kasih, cinta, kepedulian, dan lainnya. Kehadiran secara fisik dan sentuhan fisik  adalah hal penting bagi orang yang berbicara dengan bahasa ini, sementara penyia-nyiaan atau penganiayaan bisa jadi hal yang tak bisa dimaafkan dan merusak.

Jadi yang mana bahasa cintamu dengan si dia? Semoga informasi ini dapat megurangi konflik yang muncul karena adanya perbedaan didalam diri dan pasangan kita serta membawa hubungan kita semakin kearah yang lebih baik satu dengan yang lain.

sumber http://www.kompas.co.id/wanita/news/0606/13/134928.htm

1 komentar:

visitor

free counters