Selasa, 15 Juni 2010

Jujur pada diri sendiri

Kenapa sih gw suka berasa jelous sama orang-orang? Kenapa gw suka iri sama temen-temen gw? Kenapa gw ngak sebel banget ketika gw menyadari bahwa orang lain jauh lebih diperhatikan dari pada gw? Dan kenapa gw selalu diri gw ngak berharga ketika gw ngak bisa apa-apa dan ketika orang-orang disekitar gw diam, dan tidak memperhatikan gw? kenapa gw ngak pernah merasa bahwa diri gw cantik dan menarik? Atau gw hanya selalu melihat bahwa gw kurang tinggi, gw kurang kurus, gw kurang langsing, hidung gw kurang mancung, gw kurang, gw kurang n selalu gw kurang....

Banyak orang yang tidak menyadari sebabnya. Banyak orang yang menganggap bahwa itu adalah hal dan reaksi yang wajar. Tapi benarkah? atau sebenarnya ada sesuatu didalam diri gw yang tersimpan rapat yang terkubur dalam...dalam... dikedalaman jiwa gw, yang sebenarnya menunggu untuk dibuka dan disembuhkan, namun disisi lain juga tertutup dan dilindungi oleh bagian dari diri gw yang takut.

Takut bila hal tersebut terbuka maka gw akan menemukan sebuah kebenaran. Takut menemukan bahwa sebenarnya gw sendirilah yang menganggap diri gw ngak berharga? Mengapa karena waktu gw kecil orang-orang disekitar gw menganggap gw ngak berharga. Mengapa? karena kelahiran gw sebenarnya cuma merupakan kecelakaan buat orangtua gw. Mengapa? karena orang-orang disekitar gw juga cuma manusia yang pernah bikin kesalahan pada saat mendidik gw n berteman sama gw yang membuat gw secara pribadi merasa ngak berharga n rasa itu masih tersimpan rapat hingga saat ini. Tidak gw olah, tidak gw lepaskan atau maafkan karena gw merasa bahwa itu semua benar adanya. Kata orang tentang diri gw benar adanya.

Tapi benarkah bahwa itu benar? Bukankah gw diciptakan oleh Allah dan dianggap sangat berharga bagi Dia. Diciptakan segambar dengan dirinya untuk menikmati cintanya dan berbagi dengan diriNya. Maukah gw menerima kebenaran itu? Maukah gw terbuka dengan kebenaran itu? Apapun situasi hidup gw, gw tetap berharga adanya karena Dia yang terlebih dulu menciptakan gw berharga adanya.

Jujur sama diri sendiri sungguh ngak mudah butuh waktu buat menyendiri, merenungkan dan rahmat Tuhan untuk menyingkapinya. Namun ketika itu tersingkap n gw mau terbuka untuk sebuah proses kesembuhan dan bergantung pada Tuhan gw. Maka gw akan menemukan bahwa rahmat itu pada akhirnya akan membawa kesembuhan dan perubahan bagi diri gw, sehingga pada akhirnya gw pun terbebaskan dari semua rasa itu dan dapat menikmati hidup gw dengan sepenuh-penuhnya sesuai dengan rencana-Nya sejak awal menciptakan gw, yaitu hidup didalam kelimpahan berkat dan cintaNya untuk gw.

Bapa, ajar aku untuk dapat jujur dan terbuka dengan diriku sendiri, sehingga setiap harinya aku dapat semakin mencintai dan menerima diriku sehingga aku juga dapat menerima orang lain sepenuh-penuhnya sesuai dengan gambaran citra-Mu sejak awal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

visitor

free counters