Rabu, 30 Juni 2010

Peluang diinternet (1)

Sudah beberapa bulan ini saya mencoba beberapa peluang penghasilan tambahan di internet. Lumayan dari yang tadinya sekedar buka tutup facebook, chatting, ngegame sekarang bisa punya penghasilan sampingan dari main internet.

Berikut ini beberapa peluang yang saya dapatkan dan gw ikuti di internet, antara lain:

PTC(Pay per Click) adalah sebuah situs yang membayar setiap membernya mengklik iklan yang tersedia. Waktu yang diperlukan maksimal 30 menit setiap harinya untuk mengklik iklan, dan kita dibayar untuk setiap klik dan melihat iklan mereka selama 45 detik pada setiap iklannya. PTC ini dapat dilakukan didalam waktu yang sama sekaligus. Pendaftaran member untuk situs ini biasanya pun gratis. Selain itu jika kamu memiliki referal atau dikenal juga pengikut ngitu. Kamu pun akan dibayar untuk setiap klik yang dilakukan oleh referal kamu. Berikut ini beberapa situ PTC yang saya ikuti:
















Jumat, 25 Juni 2010

Allah yang kreatif

Allah pengasih, Allah yang setia saya pikir ini adalah hal yang biasa dan udah biasa buat siapa pun juga. Kita terbiasa mengenal Allah kita sebagai Allah yang baik, setia penuh kasih dll. Tetapi didalam hidup saya secara pribadi saya juga mengenal sisi Allah sebagai seorang pribadi yang kreatif.

Mengapa? Karena saya seorang yang tidak sempurna dan penuh kelemahan. Namun didalam setiap kelemahankua Allah berkarya dan menjadikan segalanya indah bagi saya. Saya ingat didalam hidup ada banyak kesalahan yang saya perbuat, ada banyak pilihan hidup saya yang salah. Salah berteman, salah memilih cowok untuk jadi pacar saya, salah membuat keputusan dan lain sebagian. Kadang kesalahan itu menimbulkan luka dan kekecewaan yang mendalam terhadap diri saya sendiri.

Namun syukur kepada Tuhan karena saya memiliki seorang Allah yang pengampun, pengasih dan kreatif. ketika saya meminta ampun atas segala dosa dan kesalahan saya maka saya akan melihat bagaimana tangan Tuhan yang setia menuntunku serta mempergunakan setiap dosa yang telah kuperbuat untuk mendatangkan kebaikan dan berkat bagi orang lain yang juga mau mengenal diri-Nya lebih dekat lagi.

Bapa ajar aku untuk selalu bersyukur untuk segala hal yang telah terjadi didalam hidupku baik suka maupun duka.

Jumat, 18 Juni 2010

mengampuni dan diampuni

Mengapa perlu mengampuni?

Mengampuni membawa damai dihidup.

Mengampuni memberikan kesembuhan bagi diri sendiri.

Dengan mengampuni orang lain sebenarmya kita juga mengampuni diri kita sendiri dan dengan demikian kita membuka semakin banyak kesempatan didalam hidup kita untuk semakin bertumbuh menjadi kuat dan bijaksana.

Pengampunan membawa kesembuhan bagi diri kita, banyak penelitian dan pengalaman didalam hidup saya secara pribadi yang mengalami bahwa ketika saya mau mengampuni saya disembuhkan dari penyakit saya secara fisik mulai dari mag, usus dempet seperti yang terjadi pada mamanya teman saya, kangker, darah tinggi dan lain-lain.

Pengampunan membuat kita semakin menyerupai gambaran Bapa yang Murah hati.

Mengampuni demi kebaikan diri sendiri. Banyak orang tidak mau mengampuni dengan alasa mereka ingin menghukum atau balas dendam dengan orang yang telah menyakiti dirinya. Namun sebenarnya ketika seseorang menyimpan sebuah dendam dan kemarahan sesungguhnya yang paling rugi adalah dirinya sendiri dan bukan orang yang menyakiti dirinya. Mengapa? karena ketika seseorang marah sebenarnya ia lebih banyak menyakiti dirinya sendiri. hasil penelitian menunjukan bahwa ketika seseorang marah, tekanan darah dalam tubuhnya naik, hormon adrenalin dipompa kedalam tubuhnya sehingga otot tubuh menjadi tegang dan jantung pun semakin cepat berdetak. Kebayang donk bila hal tersebut terjadi secara terus menerus didalam tubuh maka selanjutnya tubuh akan mengalami berbagai penyakit. Sedangkan orang yang menyakitnya belum tentu akan mengalami apa-apa.

Pengampunan membebaskan diri kita sendiri dari belenggu kemarahan dan dendam yang pada akhirnya merusak diri kita sendiri

Mengampuni bukan berarti setuju dengan perlakuan dari orang yang menyakiti dirinya sendiri.

Mengampuni bukan berarti mau direndahkan atau menjadi keset kaki dari seseorang.

Mengampuni berarti tidak mengijinkan diri menjadi sebuah korban namun tetap memutuskan bahwa kamulah yang memengang kendali atas hidup kamu.

Masih banyak lagi manfaat positif mengapa kita perlu mengampuni. Oleh sebab itu marilah kita buka hati lapangkan dada dan mulai untuk memaafkan satu dengan yang lain untuk kebaikan kita sendiri.

Selasa, 15 Juni 2010

Jujur pada diri sendiri

Kenapa sih gw suka berasa jelous sama orang-orang? Kenapa gw suka iri sama temen-temen gw? Kenapa gw ngak sebel banget ketika gw menyadari bahwa orang lain jauh lebih diperhatikan dari pada gw? Dan kenapa gw selalu diri gw ngak berharga ketika gw ngak bisa apa-apa dan ketika orang-orang disekitar gw diam, dan tidak memperhatikan gw? kenapa gw ngak pernah merasa bahwa diri gw cantik dan menarik? Atau gw hanya selalu melihat bahwa gw kurang tinggi, gw kurang kurus, gw kurang langsing, hidung gw kurang mancung, gw kurang, gw kurang n selalu gw kurang....

Banyak orang yang tidak menyadari sebabnya. Banyak orang yang menganggap bahwa itu adalah hal dan reaksi yang wajar. Tapi benarkah? atau sebenarnya ada sesuatu didalam diri gw yang tersimpan rapat yang terkubur dalam...dalam... dikedalaman jiwa gw, yang sebenarnya menunggu untuk dibuka dan disembuhkan, namun disisi lain juga tertutup dan dilindungi oleh bagian dari diri gw yang takut.

Takut bila hal tersebut terbuka maka gw akan menemukan sebuah kebenaran. Takut menemukan bahwa sebenarnya gw sendirilah yang menganggap diri gw ngak berharga? Mengapa karena waktu gw kecil orang-orang disekitar gw menganggap gw ngak berharga. Mengapa? karena kelahiran gw sebenarnya cuma merupakan kecelakaan buat orangtua gw. Mengapa? karena orang-orang disekitar gw juga cuma manusia yang pernah bikin kesalahan pada saat mendidik gw n berteman sama gw yang membuat gw secara pribadi merasa ngak berharga n rasa itu masih tersimpan rapat hingga saat ini. Tidak gw olah, tidak gw lepaskan atau maafkan karena gw merasa bahwa itu semua benar adanya. Kata orang tentang diri gw benar adanya.

Tapi benarkah bahwa itu benar? Bukankah gw diciptakan oleh Allah dan dianggap sangat berharga bagi Dia. Diciptakan segambar dengan dirinya untuk menikmati cintanya dan berbagi dengan diriNya. Maukah gw menerima kebenaran itu? Maukah gw terbuka dengan kebenaran itu? Apapun situasi hidup gw, gw tetap berharga adanya karena Dia yang terlebih dulu menciptakan gw berharga adanya.

Jujur sama diri sendiri sungguh ngak mudah butuh waktu buat menyendiri, merenungkan dan rahmat Tuhan untuk menyingkapinya. Namun ketika itu tersingkap n gw mau terbuka untuk sebuah proses kesembuhan dan bergantung pada Tuhan gw. Maka gw akan menemukan bahwa rahmat itu pada akhirnya akan membawa kesembuhan dan perubahan bagi diri gw, sehingga pada akhirnya gw pun terbebaskan dari semua rasa itu dan dapat menikmati hidup gw dengan sepenuh-penuhnya sesuai dengan rencana-Nya sejak awal menciptakan gw, yaitu hidup didalam kelimpahan berkat dan cintaNya untuk gw.

Bapa, ajar aku untuk dapat jujur dan terbuka dengan diriku sendiri, sehingga setiap harinya aku dapat semakin mencintai dan menerima diriku sehingga aku juga dapat menerima orang lain sepenuh-penuhnya sesuai dengan gambaran citra-Mu sejak awal.

Rabu, 02 Juni 2010

persiapan hati buat meried

Hari jumat yang lalu tanggal 28-30 Mei 2010 yang lalu ketika orang-orang memiliki hari libur yang panjang gw ama cowok gw pergi buat mengikuti retret. Retret yang emang khusus diselengarakan buat calon-calon pasangan yang udah merencanakan pernikahan. Retret ini diadakan sama komunitas induk gw dalam hal ini K3A n tadinya sempet kepikir ama gw klo yang bakal ikut ini bakal rame nih n ternyata after nyampe disana yang ikut acara ini ada 4 pasang dan isinya orang-orang yang gw kenal semua ah ya...

Ya siapa lagi klo bukan temen-temen gw yang selama ini aktif buat pelayanan di komunitas kami Joy :). Kami semua berdelapan terdiri dari cewek 4 orang n cowok 4 oraang tinggal disatu apartemen di apartemen senayan dengan yang bertindak sebagai satpam kami Johan leadersnya Joy:).

Hari pertama

Dijelasin tentang tujuan dari retret ini yaitu buat bantu kami para couple buat mempersiapkan pernikahan itu sendiri yang bakal dijalanin bisa sampai berpuluh-puluh tahun tergantung kapan Tuhan manggil gw or pasangan gw duluan buat ngadep ke Dia. karena persiapan buat pernikahan itu sendiri jauh lebih penting ketimbang persiapan buat hari h atau hari pernikahan berserta dengan pernak-perniknya yang bakal berlangsung cuma 1 hari doank.

Apa aja sih yang gw dapaetin diretret ini? sssst..... nih ikutin.

Diretret ini gw diajari tentang 5 bahasa kasih yang dimiliki oleh individu n tiap individu biasanya memiliki bahasa kasih yang berbeda. Lima bahasa kasih itu meliputi antara lain: pujian, service atau pelayanan, hadiah, quality time dan satu lagi sentuhan fisik.

Buat gw secara pribadi, bahasa kasih gw itu time quality n penghargaan tetapi buat cowog gw bahasa kasihnya itu service. Nah dengan modal bahasa kasih yang udah gw tahu n ngerti gw pun berusaha untuk bisa say i love u sesuai dengan bahasa kasih pasangan gw sehingga pasangan gw dapat merasakan bahwa ia sungguh dicintai oleh gw dalam hal ini pasangan gw kadang suka gw service dengan tidakan kecil n sederhana sih kayak potongin buah buat dimakan ama yayang, masakin makanan buat yayank.

Setelah 5 bahasa kasih gw juga belajar tentang cara berantem yang baik beserta dengan syarat-syaratnya sebagai bekal nanti klo udah meried kayak ngak berantem didepan anak, klo lagi berantem ngak boleh keluar dari rumah harus tetep didalam rumah sampi masalah selesai, ngak banting-banting barang, dan ditambah dengan aturan-aturan lain sesuai dengan kesepakatan masing-masing pasangan ya ada prakteknya juga sih waktu itu waktu kita belajar buat nyelesaikan masalah tentang hal yang sering bikin kita berantem atau konflik. selain itu gw ama cowog gw juga diminta untuk membuat visi pernikahan kita masing-masing n memberitahukannya kepada pasangn masing-masing pas ngak klo pas bisa lanjut klo ngak .... ya artikan dewe ya.:)

Hari kedua

Gw, pasangan n temen-temen yang lain belajar tentang TOB teologi of boddy. Disini kita ngebahas tentang hal-hal yang perlu jadi bahan pertimbangan setiap pasangan untuk bisa sampai bisa say i do atau say good bye buat masing-masing couple n klo mo say good bye itu harap dilakukan sebelum meried soalnya karena katolik klo udah meriedkan ngak bisa cerai :).

Ditekankan untuk masalah keterbukaan satu dengan yang lain untuk bisa mereduksi munculnya konflik-konflik yang bakal muncul after gw meried kayak luka batin masing-masing n klo masing-masing pasangan ngak bisa terbuka untuk masalah yang satu ini maka disarankan putus aja ngak usah meried soalnya bakal bikin perkawinan itu sendiri ngak bahagia nantinya.

Di TOB ini juga ada ngebahas tentang alasan gereja melarang pengunaan alat kb kecuali kb alami juga karena dasar ajaranya yang terbuka pada kehidupan. dan juga latar belakang sudut pandangannya secara teologis.

hari ketiga

Gw belajar tentang apa arti perkawinan itu sendiri serta juga yang terakhir tentang kiat-kiat manajemen keuangan bersama pasangan after meried yang ini diajarkan berdasarkan shering pengalaman dari senior-senior di K3A yang udah pada duluan meried. :)

Pulang dari retret kami berdua punya PR yang banyak buat diselesaikan n diobrolin. Tiga hari di retret buat persiapan meried cukup menarik ya n gw secara pribadi ngerasa klo retret ini bener-bener bantu gw n pasangan gw buat lebih bisa terbuka satu sama lain serta lebih mantap lagi buat mempersiapkan hati kita buat meried nantinya.

visitor

free counters