"Rasanya gw udah ngak kuat buat hidup lagi mo mati sampai-sampai mo suicide aja deh." Kata-kata ini saya dengar dari seorang sahabat karib yang saya miliki. Terkejut, khawatir karenanya saya pun langsung menghampiri dirinya dan mencoba untuk memberikan dukungan yang memang dibutuhkannya. Dan saya pun menyadarinya bahwa teman saya mengalami depresi. Beruntung karena ia adalah seorang yang cukup terbuka karena saya tahu di Indonesia sendiri banyak orang yang seringkali mengalami depresi namun lebih memilih diam tanpa mau membicarakannya atau mencari bantuan dan pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka dengan cara bunuh diri. ya pada akhirnya depresi mampu membunuh seseorang.

Depresi, sakit mental yang mungkin pernah dialami oleh setiap orang yang ada dimuka bumi ini namun pernahkan orang-orang menyadarinya? Menyadari bahwa ia mengalami depresi? Apakah ciri-cirinya dan apa perbedaannya dengan stress? Apakah yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami depresi? Sambil terus mendampingi teman saya ini, saya pun membuka kembali buku lama yang pernah saya beli dan baca dahulu beberapa tahun yang lalu ketika saya menyadari bahwa saya tertarik untuk mempelajari emosi dan ingin lebih lagi mendalami tentang konseling.
Dari buku kiat mencengah dan mengatasi depresi yang ditulis oleh Paige Andrew,1999 yang notabene adalah seorang pastur yang juga pernah mengalami depresi ini saya dan dari sahabat karib saya sendiri serta pengalaman hidup saya sendiri saya menemukan bahwa depresi mampu menyerang siapa saja remaja, pekerja, seorang pemuka agama, ibu rumah tangga, orang tua, siapa saja. Ini adalah penyakit mental yang disebabkan karena beberapa faktor sebagai berikut :
1. Asal-usul keturunan
berapa banyak dari anggota keluarga yang pernah mengalami depresi atau mati karena bunuh diri? Faktor keturunan secara genetis mewariskan banyak hal baik secara fisik maupun psikologi seseorang. Andrew Paige bercerita bahwa didalam keluarganya ibunya merupakan orang yang pernah mengalami depresi. Dalam keluarga saya ibu saya merupakan seseorang yang selalu berucap ingin mati dan pada keluarga teman saya baru-baru salah satu kerabat keluarganya mati karena bunuh diri.
2. stress
Semua orang pasti mengalami stress namun apabila stress mencapai tingkat hidup yang tinggi maka itu dapat menjadi depresi yang merusak kehidupan. Mulai dari rasa kesedihan yang mendalam, keinginan untuk makan secara terus menerus atau tidak ingin makan, rasa lelah yang terus menerus, ketidak inginan untuk berdoa, sering mengalami lupa pada hal-hal yang dikerjakan, tidak bisa tidur, keinginan untuk mengakhiri hidup semuanya merupakan tanda-tanda stress tingkat tinggi yang mengarah ke depresi.
3. rasa sedih
Faktor karena kehilangan sesuatu mungkin teman yang dikasihi meninggal, ditinggal pacar, pindah ketempat baru atau harta benda dan lain sebagainya. Adalah sesuatu hal yang wajar bila kehilangan sesuatu kita mengalami kesedihan namun bila kesedihan tersebut tidak dikelola dengan baik dan diakui lebih suka disimpan, maka hal tersebut dapat mengakibatkan depresi.
4. Kemarahan yang menumpuk.
Saya ingat ketika saya mengalami kemarahan yang sangat hebat dengan orangtua saya atas perlakuannya secara pribadi saya sempat mengalami stress bahkan sempat berpikir untuk mati dan ternyata pikiran tersebut menghantui pikiran saya untuk hari-hari selanjutnya ketika saya hanya sedikit mengalami sedikit masalah saja bahkan termasuk yang ringan.
Konsep diri yang rendah, masalah kondisi keuangan, penerimaan lingkungan, memperparah stress saya dan hampir mendorong saya untuk menjadi depresi . Beruntung karena saat itu saya langsung mencari bantuan profesional dengan hypnoterapy untuk menyembuhkan diri saya. Setelah memperbaiki masalah harga diri saya, saya pun tidak lagi berpikir untuk mati.
Untuk keadaan saya solusinya kelihatan cukup mudah namun untuk orang lain saya tahu terkadang mereka tidak tahu harus kemana mencari pertolongan atau bagaimana untuk bisa membantu oranglain melewati masa depresi itu. Hal pertama yang perlu dilakukan oleh seorang yang mengalami depresi adalah mencari bantuan bicara dengan orang lain, konsultasi ke psikiater ataupun konselor, pengobatan secara hypnoterapy pun dapat menjadi salah satu solusi dari masalah ini.
Untuk orang-orang ynag saat ini sedang mendampingi teman, saudara atau siapaun yang saat ini mengalami depresi penerimaan cintakasih dan pertolongan terhadap seseorang merupakan hal yang penting bagi orang yang sedang mengalami depresi untuk bisa menghadapi penyakit mereka serta pulih kembali seperti sediakala.
semoga tulisan ini dapat membantu bagi orang lain.